DPRD Kukar Dorong Anggaran Peralatan Pemadam Kebakaran Masuk Prioritas APBD 2027
Rahimnews.id – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani akan mendorong penguatan anggaran pengadaan peralatan dan infrastruktur pemadam kebakaran dalam APBD 2027, menyusul masih terbatasnya fasilitas yang tersedia bagi relawan di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Ahmad Yani saat menyerahkan bantuan peralatan dan logistik kepada tim operasional penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Relawan Kelurahan Sukarame, Tenggarong, Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ia meninjau langsung perlengkapan yang dimiliki relawan. Hasil peninjauan itu menjadi perhatian karena kebutuhan peralatan pemadam masih belum terpenuhi secara memadai, baik dari segi jumlah maupun kondisi.
“Pengadaan peralatan kebakaran harus menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya.
Ahmad Yani menyebut sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu dipenuhi, antara lain pompa air, selang pemadam, alat pelindung diri (APD), serta bahan bakar operasional. Ia juga menilai ketersediaan hidran, tandon air, dan sumber air perlu diperkuat untuk menunjang penanganan kebakaran.
Menurutnya, kesiapan peralatan tidak bisa menunggu hingga bencana terjadi. Sarana yang tersedia sejak awal akan membantu relawan merespons kebakaran dengan lebih cepat.
“Kita tidak boleh kalah dan menyerah menghadapi bencana,” katanya.
Ia menjelaskan, sebagian kebutuhan peralatan sebenarnya telah masuk dalam penganggaran. Namun, realisasinya mengalami keterlambatan karena dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sempat tertahan. Keterbatasan anggaran juga menjadi salah satu kendala pengadaan.
Ahmad Yani meminta persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pemenuhan kebutuhan penanggulangan kebakaran tidak kembali terhambat. Ia juga menekankan bahwa dukungan peralatan harus menjangkau relawan di seluruh kecamatan, bukan hanya di Tenggarong.
“Jangan sampai kebutuhan peralatan kebakaran ditempatkan pada urutan kesekian,” tegasnya.
Selain mendorong pengadaan peralatan melalui APBD 2027, ia menilai kebutuhan operasional jangka pendek, terutama bahan bakar, perlu mendapat perhatian agar relawan dapat menjalankan tugasnya ketika kebakaran terjadi.
Ahmad Yani menegaskan, pembangunan infrastruktur umum tetap penting, tetapi kesiapan menghadapi bencana harus memperoleh perhatian yang seimbang karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga.
“Kalau peralatan pemadam tidak tersedia saat kebakaran, kita harus mencari ke mana?” pungkasnya. (Adv/Dd)
