De Gustibus Non Est Disputandum dan Relevansinya dalam Pergaulan Modern

0
Sharing

Rahimnews.id – Ungkapan Latin de gustibus non est disputandum secara harfiah berarti “tentang selera tidak perlu diperdebatkan”. Filosofi ini lahir dari kesadaran bahwa preferensi setiap orang bersifat subjektif dan tidak selalu dapat diukur dengan standar benar atau salah.

Dalam kehidupan modern, prinsip tersebut menjadi semakin relevan. Perkembangan media sosial memungkinkan setiap orang menyampaikan pendapatnya tentang musik, film, makanan, gaya berpakaian, hingga pilihan gaya hidup.

Namun, kebebasan berekspresi sering kali diiringi kecenderungan untuk menghakimi selera orang lain seolah-olah hanya ada satu pilihan yang paling benar.

Padahal, apa yang dianggap indah, menarik, atau menyenangkan oleh seseorang belum tentu memiliki nilai yang sama bagi orang lain.

Seseorang mungkin menyukai musik klasik, sementara yang lain lebih menikmati musik elektronik. Ada yang menggemari sastra berat, ada pula yang lebih senang membaca komik.

Perbedaan tersebut bukanlah persoalan benar atau salah, melainkan cerminan keberagaman pengalaman dan latar belakang manusia.

Dalam pergaulan modern, pemahaman terhadap prinsip de gustibus non est disputandum dapat mendorong tumbuhnya sikap toleran dan saling menghargai.

Ketika seseorang mampu menerima bahwa selera bersifat pribadi, ruang dialog menjadi lebih sehat dan minim konflik. Perbedaan tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai warna yang memperkaya interaksi sosial.

Filosofi ini juga menjadi pengingat bahwa tidak semua perdebatan harus dimenangkan. Banyak perselisihan di media sosial sebenarnya berawal dari perbedaan preferensi yang dipaksakan menjadi perdebatan objektif.

Akibatnya, diskusi berubah menjadi pertengkaran yang tidak menghasilkan pemahaman baru.

Meski demikian, ungkapan ini tidak berarti semua hal tidak boleh diperdebatkan. Selera berbeda dengan fakta, hukum, atau nilai moral yang memiliki dasar argumentasi dan bukti.

Seseorang boleh menyukai makanan tertentu atau genre film tertentu tanpa perlu diperdebatkan, tetapi persoalan yang menyangkut kebenaran fakta tetap harus diuji secara rasional.

Di tengah masyarakat yang semakin beragam, de gustibus non est disputandum mengajarkan sebuah kebijaksanaan sederhana: tidak semua perbedaan harus diseragamkan.

Kadang-kadang, menghargai pilihan orang lain adalah bentuk kedewasaan yang lebih bernilai daripada memenangkan sebuah perdebatan. (*)


Sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *