Pengurus SEMMI Kukar 2026–2027 Resmi Dilantik, Siap Kawal Isu Sosial dan Kaderisasi

0
Sharing

Rahimnews.id — Pengurus Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Kutai Kartanegara periode 2026–2027 resmi dilantik di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kukar, Senin (27/4/2026).

Pelantikan ini merupakan komitmen organisasi dalam memperkuat kaderisasi dan mengambil peran strategis terhadap berbagai persoalan sosial di daerah.

Pelantikan dilakukan oleh Fungsionaris PB SEMMI Bidang PTKP, Muhammad Sena Ananta, yang menekankan pentingnya kaderisasi sebagai ruh organisasi.

Ia mengingatkan agar roda organisasi dijalankan secara konsisten demi melahirkan regenerasi kepemimpinan yang berorientasi pada nilai-nilai perjuangan bangsa.

“Ruh dari organisasi adalah kaderisasi. Semoga lahir pejuang-pejuang muda dari Kukar yang berkiblat kepada pendiri bangsa,” ujarnya.

Ketua SEMMI Kukar yang baru dilantik, Faisal, menegaskan arah perjuangan organisasinya tetap berlandaskan nilai keislaman, kemahasiswaan, dan kebangsaan dengan menjunjung tinggi independensi.

Ia menyebut SEMMI bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan kesadaran yang hadir untuk memastikan kebijakan publik berpihak pada rakyat.

Menurutnya, tantangan di Kutai Kartanegara masih kompleks, terutama terkait ketimpangan infrastruktur di wilayah hulu dan pesisir, serta maraknya praktik tambang ilegal yang memanfaatkan jalan umum dan berdampak pada masyarakat, termasuk persoalan tanah adat.

“Kita ingin menjadi suara bagi mereka yang belum terdengar, sekaligus pengingat bagi kekuasaan agar tetap berada di jalur keadilan,” tegas Faisal.

Ia juga menegaskan komitmen kepengurusannya untuk menjadi kader yang peka terhadap kondisi sosial dan berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Fathul Alamin, berharap SEMMI dapat bersinergi dalam pembangunan daerah.

Pemkab Kukar juga menegaskan komitmennya terhadap program Beasiswa Kukar Idaman, yang dipastikan tidak mengalami pengurangan anggaran.

Fathul berharap SEMMI ikut mengawal pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran dan berjalan optimal. Pemerintah juga menekankan bahwa pembangunan Kukar membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kukar adalah rumah besar. Pemerintah tidak bisa membangun sendiri, sehingga diperlukan sinergi semua pihak,” ujar Fathul. (*)


Sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *