Warga Batu Sopang Paser Protes Truk Batu Bara yang Ugal-ugalan

0

Sejumlah warga Batu Sopang Paser saat melakukan protes. (Istimewa)

Sharing

RAHIMNEWS.COM – Warga Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, menggelar aksi protes terhadap truk-truk pengangkut batu bara yang melintas di jalan umum. Mereka menuntut pemerintah memberikan solusi konkret atas masalah ini.

Aksi protes ini dipicu oleh adanya rekaman video yang menunjukkan truk-truk batu bara menerobos jalan yang sudah diblokade oleh warga. Warga merasa resah dan terganggu oleh aktivitas pengangkutan batu bara yang diduga berasal dari PT Mantimin Coal Mining (MCM).

“Sejak sebulan terakhir sebenarnya kami merasa resah. Ini mereka mondar mandir, jadi kami merasa terganggu. Padahal aktivitas di wilayah ini juga sudah cukup padat. Makanya kami upaya tutup. Karena sudah sering terjadi insiden,” kata Ervansyah, warga asal Desa Batu Kajang, Minggu (31/12/2023).

Namun, pemerintah Kabupaten Paser tidak mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan batu bara tersebut. Bupati Paser, Fahmi Fadli, mengatakan bahwa hal ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi karena jalan yang digunakan adalah jalan negara.

“Jalan yang digunakan juga merupakan jalan negara, sehingga kami hanya bisa melakukan koordinasi dengan provinsi maupun pusat,” ujarnya.

Padahal, dalam Perda Provinsi Kaltim nomor 10 tahun 2012, secara tegas melarang pengangkutan batu bara dan kelapa sawit melintas di jalan umum. Pemerintah daerah seharusnya melakukan upaya dukungan untuk menegakkan peraturan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser, Basri. Ia meminta Dishub Paser untuk berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan razia gabungan terhadap kendaraan angkutan dengan beban berlebih atau ODOL.

“Sudah jelas dalam Pergub itu, ada tindakan pelarangan bagi perusahaan untuk melakukan aktifitas angkutan batu bara di jalan umum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Paser, Inayatullah, mengatakan bahwa pihaknya telah membuat kesepakatan untuk melaksanakan razia gabungan. Namun, ia belum mengetahui asal dan tujuan dari angkutan batu bara yang melintas di Kecamatan Batu Sopang itu.

“Kami masih rapatkan dulu, karena asal batu bara dari mana dan menuju ke pelabuhan mana kami belum tahu, tapi insyaallah kami akan tindaklanjuti,” katanya. (*)


Sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *