Ahmad Yani Ingin Adat Istiadat Jadi Fondasi Pembangunan Kukar

0
Sharing

Rahimnews.id – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mendorong agar pelestarian adat dan budaya lokal menjadi bagian nyata dari kebijakan publik dan pembangunan daerah.

Ia menilai kebudayaan tidak cukup hanya ditampilkan dalam acara peringatan, tetapi harus hidup dalam keseharian masyarakat, termasuk melalui pendidikan.

Menurutnya, peringatan hari jadi Tenggarong dengan tema Manunggal Raja Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya mengandung pesan tentang kedekatan pemimpin dengan masyarakat.

Semangat tersebut juga dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan antara sejarah, kebudayaan, dan pembangunan masa kini.

Ahmad Yani mengajak masyarakat untuk mengenang jasa para pendahulu, terutama para raja Kutai Kartanegara, yang memiliki peran dalam perjalanan sejarah daerah.

Ia mengingatkan bahwa kondisi dan kemajuan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan generasi sebelumnya. Karena itu, sejarah dan warisan budaya perlu dirawat agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

“Kita semua agar tidak pernah melupakan sejarah. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan masa lalu,” ujarnya, di Ruang Rapat Utama DPRD Kukar, Senin (28/9/2026).

Ia menekankan, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan adat istiadat dan kekayaan budaya Kukar. Pengenalan budaya perlu dilakukan secara terstruktur melalui berbagai ruang, baik pendidikan formal maupun nonformal.

Menurut Ahmad Yani, nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal perlu diidentifikasi, dikembangkan, serta diperkenalkan secara berkelanjutan agar tidak tergerus perubahan zaman.

“Generasi muda itu betul-betul berbudaya, menjadikan adat istiadat bagian dari pembangunan. Kekayaan budaya yang harus dilestarikan, apa yang dimiliki dilestarikan dan lebih dari hari ini untuk masa depan,” katanya.

Ia juga berharap kebudayaan lokal mendapatkan ruang yang proporsional dalam perencanaan pembangunan. Dengan begitu, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas adat atau penyelenggara kegiatan kebudayaan, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah.

Yani menilai budaya semestinya tercermin melalui sikap dan perilaku masyarakat, bukan hanya melalui pakaian adat, pertunjukan seni, atau seremoni tahunan.

Pelestarian tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya menuju Kukar yang modern serta berdaya saing. (*)


Sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *