Idealisme dan Pragmatisme: Menjaga Arah Gerakan Mahasiswa di Tengah Tantangan Zaman

0
Sharing

Rahimnews.id – Di tengah perubahan sosial dan politik yang semakin kompleks, gerakan mahasiswa terus dihadapkan pada pertanyaan mendasar mengenai arah perjuangannya.

Di satu sisi, idealisme menjadi fondasi yang menjaga kemurnian nilai dan cita-cita gerakan. Namun di sisi lain, pendekatan pragmatis kerap dianggap diperlukan agar gagasan yang diperjuangkan dapat diwujudkan secara nyata.

Dalam perspektif filsafat, idealisme menempatkan nilai, gagasan, dan cita-cita sebagai hal yang utama. Bagi kalangan aktivis mahasiswa, idealisme tercermin dalam keberanian memperjuangkan keadilan, demokrasi, hak asasi manusia, hingga kepentingan masyarakat tanpa terikat pada keuntungan pribadi maupun kelompok.

Idealisme juga menjadi kompas moral yang menjaga gerakan mahasiswa tetap kritis terhadap berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Meski demikian, perkembangan zaman menuntut gerakan mahasiswa tidak hanya berhenti pada kritik dan perlawanan. Munculnya pendekatan pragmatis mendorong aktivis untuk lebih fokus pada hasil dan dampak konkret dari setiap perjuangan yang dilakukan.

Dalam konteks ini, pragmatisme tidak selalu dimaknai sebagai sikap oportunis, melainkan kemampuan membaca realitas, membangun kolaborasi, serta mencari solusi yang dapat diterapkan secara langsung.

Sejumlah pengamat menilai perpaduan antara idealisme dan pragmatisme menjadi tantangan sekaligus kebutuhan bagi gerakan mahasiswa saat ini.

Idealisme tanpa strategi yang realistis berpotensi melahirkan gerakan yang hanya kuat dalam wacana. Sebaliknya, pragmatisme yang kehilangan pijakan nilai dapat membuat gerakan mahasiswa kehilangan identitas dan fungsi kontrol sosialnya.

Karena itu, banyak aktivis menilai idealisme harus tetap menjadi ruh perjuangan, sementara pragmatisme berfungsi sebagai instrumen untuk mencapai tujuan.

Dengan menjaga keseimbangan keduanya, gerakan mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyuarakan perubahan, tetapi juga berkontribusi dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, kemampuan mahasiswa merawat idealisme sekaligus mengelola strategi perjuangan yang pragmatis dinilai akan menentukan relevansi gerakan mereka di masa depan.

Sebab, sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar tidak hanya lahir dari gagasan yang kuat, tetapi juga dari kemampuan mewujudkan gagasan tersebut menjadi kenyataan. (*)


Sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *