Disdikbud Targetkan Kukar Jadi Distrik Digital Pertama di Indonesia
Rahimnews.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menargetkan Kukar sebagai distrik digital pertama di Indonesia, dengan pembelajaran berbasis teknologi yang terintegrasi dari jenjang sekolah dasar hingga menengah pertama.
Hal ini diupayakan setelah Kukar kembali mendapatkan perhatian negara luar atas keberhasilannya dalam menerapkan transformasi digital di dunia pendidikan.
Menurut Emy Rosana Saleh, Kasi Penjaminan Mutu dan Kelembagaan Jenjang SMP sekaligus Plt Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, penerapan teknologi dalam pendidikan di Kukar sudah mendapat pengakuan dari banyak pihak, termasuk Google Indonesia dan pemangku kebijakan pendidikan dari luar negeri.
Kata dia, Kukar beberapa kali diminta menjadi rujukan bagi sekolah lain, bahkan pada Oktober 2024, Disdikbud Kukar diundang langsung ke kantor pusat Google di Singapura untuk berbagi praktik baik bersama lebih dari 10 negara.
Permintaan berbagi pengalaman juga datang dari perusahaan di Prancis, yang tertarik dengan model pemanfaatan Chromebook di Kukar.
Tak hanya itu, pada 28–30 Juli 2025 mendatang, Kukar dijadwalkan menerima kunjungan dari Ministry of Education Jepang, yang akan mengunjungi sekolah-sekolah Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) dan Sekolah Rujukan Google di Kukar.
“Ini menjadi bukti bahwa transformasi digital dalam pendidikan di Kukar berkembang cukup pesat dan mulai diperhitungkan di tingkat global,” kata Emy.
Disdikbud Kukar menargetkan kehadiran KSRG di seluruh kecamatan, sebagai prasyarat menjadi distrik digital. Saat ini, dari 20 kecamatan di Kukar, sudah ada 12 kecamatan yang memiliki sekolah yang ditetapkan atau sedang dalam proses sebagai KSRG.
“Sekolah-sekolah itu sudah kita siapkan, sebagian tinggal menunggu penilaian resmi dari Google,” jelas Emy.
Sisanya masih dalam proses pembinaan intensif oleh Disdikbud dan tim Kukar Berpikir Kreatif dan Produktif Inovatif (KBKPI), dibantu oleh Coach Suwito.
Menurut Emy, fokus utama dari transformasi ini bukan hanya sertifikasi semata, tetapi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan interaktif, di mana guru wajib mengintegrasikan teknologi ke dalam aktivitas kelas.
“Kita ingin memastikan bahwa teknologi hadir bukan hanya sebagai alat, tapi sebagai penguat proses belajar. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektif,” tegasnya.
Penerapan program Google di Kukar mendapat dukungan penuh dari Google Indonesia. Bahkan saat kunjungan mereka ke Inggris, Google menjadikan Kukar sebagai contoh kabupaten dengan transformasi digital tercepat di Indonesia. (Adv)
