Bupati Kukar Lantik 3.870 PPPK , Wajibkan Ikuti Gerakan Etam Mengaji
Rahimnews.id- Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah resmi melantik 3.870 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan kewajiban khusus mengikuti Gerakan Etam Mengaji (GEMA) bagi yang beragama Islam, sementara yang beragama Nasrani wajib mampu membaca Alkitab.
Pelantikan massal yang digelar di Stadion Aji Imbut, Senin (26/5/2025), ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Kukar dengan anggaran mencapai 27 persen dari total APBD.
“Bagi yang muslim diikat dengan kemampuan membaca Alquran, dan yang Nasrani disesuaikan dengan kemampuan membaca Alkitab. Ini penting untuk pembinaan karakter dan akhlak,” tegas Bupati Edi saat memberikan arahan kepada ribuan PPPK yang memenuhi stadion sejak pagi hari.
Kewajiban spiritual ini terintegrasi dalam kontrak kerja para PPPK sebagai bagian dari pembinaan akhlak. Data menunjukkan sebagian besar PPPK sudah bisa membaca Alquran, sebagian masih belajar, dan sebagian lainnya belum bisa sama sekali.
Edi menegaskan bahwa status PPPK menuntut perubahan total dari pola kerja sebelumnya sebagai tenaga honor. “Harus ada perbedaan dari sebelumnya sebagai tenaga honor. Harus ada perubahan pola pikir, budaya kerja, dan semangat kerja,” jelasnya di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari tenaga guru, kesehatan, administrasi, dan teknis.
Bupati memberikan peringatan keras terkait evaluasi kinerja yang akan dilakukan secara berkala mengingat kontrak PPPK bersifat tahunan.
“Kalau dulu disiplinnya kurang, sekarang sudah status PPPK harus lebih disiplin lagi. Karena PPPK ini sudah diatur dalam peraturan pemerintah yang detail cara mengevaluasinya,” tegasnya.
Untuk menjamin objektivitas penilaian, Edi meminta Sekretaris Daerah dan jajaran terkait membentuk tim evaluasi khusus. Ia juga menginstruksikan seluruh kepala dinas, camat, lurah, dan kepala satuan kerja untuk membina dan memanfaatkan tenaga PPPK secara optimal.
Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk belanja pegawai termasuk PPPK menjadi perhatian khusus Bupati. “Ini jumlah yang tidak sedikit. Maka dari itu, saya minta kepada para kepala dinas, camat, lurah, dan kepala satuan kerja lainnya, agar membina dan memanfaatkan tenaga PPPK ini sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat,” ucapnya.
Acara pelantikan yang berlangsung mulai pukul 08.45 WITA ini diwarnai suasana haru dan penuh semangat, meski beberapa peserta pingsan akibat cuaca panas. Para peserta mengucapkan sumpah jabatan sesuai agama masing-masing sebagai bentuk komitmen moral terhadap tugas yang akan diemban.
Terkait proses pengangkatan, Edi menjelaskan bahwa kewenangan penuh ada di pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah hanya mengusulkan kuota dan nama calon.
“Kami berharap semua kuota yang diusulkan bisa terakomodir. Tapi faktanya, ada yang tidak lolos karena tergolong R2 dan R3,” katanya.
Pelantikan ini menandai komitmen Pemkab Kukar dalam memberikan kepastian status bagi tenaga honorer sekaligus memperkuat struktur ASN yang profesional dan berdedikasi tinggi. Acara ditutup dengan foto bersama Bupati, Forkopimda, Sekda, dan Kepala BKPSDM bersama ribuan PPPK di Stadion Aji Imbut. (Adv)
