SKB Kukar Jadi Tulang Punggung Pendidikan Nonformal, Jangkau Warga Pedalaman
Rahimnews.id — Upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memperluas akses pendidikan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) membuahkan hasil nyata.
Dalam dua tahun terakhir, peserta aktif SKB meningkat dari 3.000 menjadi 4.500 orang—sebuah lonjakan signifikan yang menandai tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan nonformal.
“SKB saat ini telah berkembang menjadi tulang punggung pendidikan nonformal di Kukar,” ujar Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kukar, Pujianto.
Dengan pendekatan fleksibel namun terstruktur, SKB menjadi solusi bagi warga pedalaman Kukar yang sulit menjangkau sekolah formal.
Program-program seperti Paket A dan B memungkinkan anak-anak maupun orang dewasa yang putus sekolah untuk menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah secara gratis.
Tak hanya menyediakan pendidikan akademik, SKB Kukar juga berkolaborasi dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam menggelar pelatihan keterampilan vokasional. Peserta dibekali keahlian seperti menjahit, tata boga, hingga teknologi informasi guna mendukung kemandirian ekonomi.
Disdikbud Kukar menyebut keberhasilan SKB tak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah—mulai dari pendanaan, tenaga pengajar bersertifikasi, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan warga.
Sementara inisiatif komunitas seperti Satuan Kredit Pendidikan (SKP) turut membantu, meski sering terbentur keterbatasan sumber daya.
“Program-program ini sepenuhnya gratis. Ini tak lepas dari kepedulian Bupati Kukar terhadap pemerataan pendidikan dan upaya menekan angka kemiskinan,” tutup Pujianto. (Adv)
