Kepala Disdikbud Kukar Larang Perpisahan Sekolah yang Membebani Orang Tua
Rahimnews.id- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Thauhid Afrilian Noor menegaskan larangan keras terhadap pelaksanaan acara perpisahan sekolah yang berlebihan dan membebani orang tua siswa.
Ia meminta seluruh sekolah di Kukar mengutamakan kesederhanaan agar tak menimbulkan beban biaya.
“Perpisahan boleh saja dilakukan, tapi jangan memberatkan. Kalau perlu cukup serahkan ijazah tanpa perlu acara besar-besaran,” ujar Thauhid, Sabtu (24/5/2025).
Penegasan ini muncul lantaran maraknya pungutan tidak wajar yang dibebankan kepada orang tua, seperti iuran hingga Rp500.000 hanya untuk menggelar perpisahan mewah dengan pertunjukan seni. Thauhid menilai hal tersebut bisa memicu kesenjangan sosial antar siswa.
“Kami tidak ingin ada anak yang tidak bisa ikut perpisahan karena persoalan biaya. Setelah lulus, mereka juga masih perlu biaya untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” tuturnya.
Ia juga mengimbau agar sekolah cukup menggelar acara di lingkungan sekolah guna menghindari biaya tambahan. Bahkan, Thauhid secara tegas menolak konsep studi tur keluar kota yang kerap dilakukan hanya untuk merayakan perpisahan.
“Silakan tampilkan kesenian, tapi sederhana saja. Cukup makan bersama, bawa nasi kuning, dinikmati dengan guru-guru. Itu sudah aman dan menyenangkan,” katanya.
Disdikbud Kukar pun telah menerbitkan Surat Edaran melalui komite sekolah agar seluruh lembaga pendidikan mematuhi arahan tersebut.
Thauhid memastikan jika masih ada sekolah yang meminta iuran tinggi hanya untuk perpisahan, pihaknya tidak segan mengambil tindakan tegas.
“Kalau tetap bandel, akan saya ganti (kepala sekolahnya). Kita sudah tegas melarang perpisahan mewah. Laksanakan dengan sederhana saja,” pungkasnya. (Adv)
