Alih Fungsi Lahan Tambang Jadi Pertanian Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Embalut

0
Sharing

Rahimnews.id – Pemerintah Desa Embalut, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengimplementasikan strategi diversifikasi ekonomi melalui program alihfungsi lahan bekas tambang menjadi area pertanian produktif.

Program ini ditandai dengan penyaluran bantuan pertanian kepada masyarakat yang bertujuan untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

Kepala Desa Embalut, Yahya, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan respons terhadap ketergantungan ekonomi masyarakat pada sektor perikanan selama ini.

“Program ini bertujuan untuk memberikan peluang baru bagi warga yang sebelumnya hanya mengandalkan sektor perikanan sebagai mata pencaharian utama,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan kepada para petani mencakup bibit, pupuk, serta alat pertanian yang disesuaikan dengan karakteristik lahan bekas tambang.

“Kami ingin para petani mendapatkan fasilitas yang memadai agar mereka bisa mengelola lahan dengan lebih baik. Harapannya, hasil panen bisa lebih berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” jelas Yahya.

Saat ini, sekitar 40 hektare lahan eks tambang telah dimanfaatkan untuk budidaya jagung, yang dipilih karena potensial dipasarkan dan sesuai dengan kondisi lahan.

Keberhasilan awal program ini menunjukkan bahwa reklamasi lahan bekas tambang dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah desa tidak hanya memberikan bantuan material tetapi juga melakukan pendampingan intensif.

“Kami menyelenggarakan pelatihan bagi para petani agar mereka bisa mengelola lahan secara lebih efektif. Pendampingan dilakukan secara berkala untuk memastikan metode pertanian yang diterapkan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan pasar,” terang Yahya.

Program alihfungsi lahan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Beberapa pejabat tinggi, termasuk Menteri Desa, Menteri Lingkungan Hidup, dan Menteri Kelautan dan Perikanan, direncanakan akan mengunjungi kawasan pertanian di Desa Embalut, meskipun jadwal kunjungan tersebut mengalami penundaan.

“Kami masih menunggu kepastian jadwal baru untuk kunjungan pemerintah pusat. Kami berharap mereka bisa melihat langsung perkembangan pertanian di desa kami dan memberikan dukungan lebih lanjut,” tutup Yahya. (Adv)


Sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *