Edi Damansyah: Zakat Harus Dikelola Transparan untuk Membangun Kepercayaan
Rahimnews.id – Bupati Kukar, Edi Damansyah, menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan zakat agar masyarakat semakin percaya dan terdorong untuk menyalurkan zakat mereka melalui lembaga resmi seperti Baznas.
Menurutnya, masih ada pemahaman di masyarakat bahwa zakat lebih baik disalurkan secara pribadi dan tidak dipublikasikan.
Kata dia, prinsip “tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu” memang berlaku dalam konteks individu, tetapi untuk zakat kolektif yang dikelola oleh lembaga resmi, transparansi justru menjadi kunci utama.
“Jika berbicara soal sedekah individu, memang bisa dilakukan secara tertutup. Namun, untuk zakat yang dikelola secara kolektif, transparansi sangat penting agar masyarakat semakin percaya dan termotivasi untuk ikut berzakat,” jelas Edi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat dan bagaimana menyalurkannya dengan benar.
Kata dia, melalui regulasi yang sudah ada, tugas utama pemerintah saat ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa zakat yang dikelola secara profesional akan lebih bermanfaat dan berdampak luas.
“Pemerintah sudah memiliki peraturan yang jelas mengenai pengelolaan zakat. Tugas kita sekarang adalah menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar mereka lebih memahami manfaatnya,” katanya.
Edi juga mengapresiasi sinergi antara Baznas dan Pemerintah Kabupaten Kukar yang telah berjalan dengan baik.
Ia optimistis bahwa dengan transparansi dan akuntabilitas yang diterapkan, kepercayaan masyarakat terhadap Baznas akan semakin meningkat.
“Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, Baznas sudah bisa berkolaborasi dengan baik dengan pemerintah daerah, sehingga pesan yang kita sampaikan terus tersalurkan dengan baik. Kepercayaan masyarakat pun semakin meningkat,” tuturnya.
Sebagai pemimpin daerah, Edi menyadari bahwa memberikan contoh adalah hal yang paling sulit, tetapi juga yang paling penting dalam mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan.
“Mengajak itu mudah, tetapi memberikan contoh dan menjadi teladan adalah tantangan yang sesungguhnya,” pungkasnya. (Adv)
