Bupati Kukar Ajak Generasi Muda Berperan dalam Pertanian Modern
Rahimnews.id – Regenerasi petani menjadi tantangan besar dalam sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Menyadari hal tersebut, Bupati Kukar, Edi Damansyah, mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian guna memastikan keberlanjutan swasembada pangan di daerahnya.
Dalam audiensi dengan Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Selasa (18/3/2025), Edi mengungkapkan bahwa jumlah rumah tangga petani di Kukar mengalami penurunan hingga 13 persen dalam beberapa tahun terakhir.
“Mayoritas petani kita saat ini sudah berusia 60 hingga 70 tahun. Sementara itu, regenerasi petani berjalan lambat karena anak muda masih kurang tertarik untuk masuk ke sektor pertanian,” ujarnya.
Menurut Edi, salah satu penyebab rendahnya minat generasi muda adalah stigma negatif tentang pertanian yang dianggap sebagai pekerjaan berat dan kotor.
“Banyak anak muda yang menganggap pertanian identik dengan lumpur dan kerja kasar. Padahal, pertanian saat ini sudah berbasis teknologi dan manajemen modern,” katanya.
Ia menegaskan bahwa di Kukar sudah banyak anak muda yang sukses di sektor pertanian dan bisa menjadi contoh bagi yang lain.
“Mereka adalah role model yang menunjukkan bahwa pertanian bisa menjadi sektor yang menjanjikan, bukan hanya dari segi pendapatan, tetapi juga inovasi dan kewirausahaan,” tuturnya.
Untuk mendukung keterlibatan anak muda, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari akses permodalan hingga teknologi pertanian modern.
Kata Bupato Edi, infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan jalan usaha tani, juga terus diperbaiki agar pertanian semakin efisien.
“Kami ingin anak muda melihat pertanian sebagai peluang, bukan beban. Pemerintah siap memfasilitasi dan mendukung penuh generasi muda yang ingin terjun ke sektor ini,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Kukar bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan komunitas pertanian, untuk memberikan edukasi dan pelatihan bagi anak muda.
“Kami ingin membangun ekosistem pertanian yang menarik bagi anak muda, dengan pendekatan berbasis teknologi dan inovasi,” katanya.
Edi berharap dengan semakin banyaknya anak muda yang terjun ke pertanian, sektor ini bisa berkembang lebih pesat dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.
“Pertanian adalah masa depan, dan anak muda harus mengambil peran dalam membangunnya,” pungkasnya. (Adv)
