ASN Kukar Diminta Keluar dari Zona Nyaman, Ini Arahan Bupati Edi

0
Sharing

Rahimnews.id – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menyoroti kurangnya adaptasi dan inovasi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerahnya.

Ia menilai bahwa banyak ASN yang masih terlena dalam zona nyaman dan belum sepenuhnya menerapkan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam pekerjaan mereka.

Edi menegaskan bahwa nilai ASN BerAKHLAK, yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, harus benar-benar diinternalisasi oleh setiap pegawai.

Namun, ia masih menemukan adanya resistensi terhadap perubahan, kurangnya kreativitas, serta ketimpangan dalam pembagian tugas di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kalau ada perubahan, sering kali kita melihat adanya penolakan atau ketidaknyamanan. Padahal, perubahan itu perlu untuk kemajuan. Audit juga bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk perbaikan. Dari audit, kita bisa tahu apa yang perlu diperbaiki untuk memaksimalkan kinerja,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Kukar akan menyusun road map ASN BerAKHLAK dan memperkuat strategi implementasinya.

Kata Bupati Edi, salah satu program yang telah berjalan adalah Gerakan Etam Mengaji Al-Qur’an (GEMA), yang diterapkan di seluruh OPD sebagai bagian dari pembentukan karakter ASN yang lebih baik.

Edi menekankan bahwa peran pimpinan di setiap instansi sangat penting dalam mendorong perubahan.

Ia meminta para pemimpin unit kerja untuk tidak hanya menuntut bawahan, tetapi juga memberi contoh yang baik.

Selain itu, akan ada sistem penghargaan bagi ASN yang menunjukkan kinerja baik serta sanksi bagi mereka yang tidak memenuhi standar.

“Kalau tidak ada sanksi dan penghargaan, ASN akan cenderung bekerja seadanya. Kita harus bangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan,” tegasnya.(adv)


Sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *