Pemuda dan Mahasiswa Kukar Bersatu Tolak Penambangan Pasir Silika di Kawasan DKM

0
Sharing

Rahimnews.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) bersama Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dari empat kecamatan, yakni Muara Wis, Kota Bangun, Kenohan, dan Muara Muntai, sepakat menolak rencana penambangan pasir silika di kawasan Danau Kaskade Mahakam (DKM).

Keputusan ini diambil untuk melindungi kelestarian tiga danau yang menjadi bagian DKM, yaitu Danau Jempang, Semayang, dan Melintang.

Ketiga danau ini disebut menyimpan cadangan pasir silika hingga 2 miliar metrik ton yang tersebar di area seluas 55 ribu hektare. Namun, ancaman eksploitasi sumber daya ini dinilai berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Ketua BEM Unikarta, Ibnu Ridho, menyampaikan bahwa saat ini ada sekitar 45 perusahaan yang mengantre izin tambang di kawasan tersebut.

“Ini ancaman serius, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat yang bergantung pada hasil tangkapan ikan dan habitat Pesut Mahakam, yang jumlahnya kurang dari 70 ekor,” tegas Ridho.

Ia menambahkan, luas tiga danau yang hanya 39 ribu hektare menandakan potensi tambang silika dapat mencakup seluruh kawasan tersebut.

Kata Ridho hal ini bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2021, yang menetapkan tiga danau tersebut sebagai prioritas nasional untuk diselamatkan.

“Kawasan ini seharusnya dilindungi, bukan dieksploitasi. Kita harus memastikan tidak ada izin tambang yang merusak kelestarian lingkungan,” tutur Ridho.

Komitmen serupa juga disampaikan oleh DPK KNPI dari berbagai kecamatan. Ketua DPK KNPI Kenohan, Hendra, dengan tegas menolak rencana tambang tersebut karena dapat memusnahkan ekosistem dan menghancurkan mata pencaharian nelayan lokal di Desa Semayang, Kahala, dan Teluk Muda.

“Danau ini adalah sumber kehidupan masyarakat kita. Jika tambang masuk, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan dan ekonomi warga,” ujar Hendra.

Langkah konkret pun direncanakan, seperti konsolidasi pemuda di desa-desa dan gerakan strategis untuk mengawal isu ini.

Ketua DPK KNPI Muara Wis, Bobi Ripangga, menegaskan pentingnya menyatukan persepsi masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan DKM.

“Pemuda harus berperan aktif. Kita harus bergerak sebelum semuanya terlambat,” pungkas Bobi. (*)


Sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *